“Pilihan kata bohong yang tanpa konteks itu maknanya negatif. Pasti ada yang bohong, dibohongi, dan sumber bohong,” katanya di Gedung Kementerian Pertanian Jakarta Selatan pada Senin (13/02).
Menurutnya, dari segi konteks, Ahok juga sudah keluar dari konteks. Sebab, saat itu ia sedang kerja.
“Saat itu kan kunjungan kerja, tidak usah terkait dengan hal lain. Kalau bahasa saya, keluar dari konteks,” jelasnya.
Lulusan S3 Universitas Melbourne itu juga menilai bahwa sebuah ucapan pasti memiliki maksud. Dan maksud Ahok menyinggung Al-Maidah 51 karena takut tidak dipilih sebagai gubernur.
“Tidak mungkin orang tidak punya maksud. Di setiap perkataan pasti punya maksud. Pasti terpikirkan, lalu menjadi produksi ucapan,” tuturnya.
“Maknanya jelas, takut tidak dipilih disebabkan Al-Maidah 51,” pungkasnya.
Sumber : kiblat.net



No comments:
Post a Comment