“Amerika Serikat akan mendorong perdamaian dan benar-benar kesepakatan damai yang besar,” kata Trump saat konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dilansir english.alarabiya.net, Rabu (15/2/2017).
“Kami akan bekerja sangat rajin. Tapi kedua belah pihak itu sendiri yang harus langsung menegosiasikan kesepakatan tersebut, “tambahnya.
Berkaitan dengan kesepakatan kedua belah pihak antara Palestina dan Israel, Trump menambahkan bahwa Palestina harus menyingkirkan kebencian kepada Israel.
“Saya senang dengan orang yang mereka sukai. Namun, Palestina harus menyingkirkan kebencian terhadap Israel, dan Israel harus menahan sedikit proses pembangunan pemukiman lanjutan, ” kata Trump.
Menanggapi pernyataan Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia ingin fokus pada “substansi” bukan “label”.
“Daripada kesepakatan dengan label, saya ingin berurusan dengan substansi,” kata Netanyahu.
“Ada dua prasyarat bagi perdamaian antara Isarel dan Palestina. Pertama, Palestina harus mengakui Negara Yahudi. Kedua, dalam setiap perjanjian damai Israel harus mempertahankan kontrol keamanan utama di seluruh wilayah barat Sungai Yordan, “katanya.
Sementara Trump memuji Amerika Serikat yang tidak bisa dipisahkan hubungannya dengan Israel. Ia berjanji kepada Netanyahu bahwa Iran, tidak akan pernah mengizinkan Iran untuk membangun senjata nuklir.
Sumber : islampos.com



No comments:
Post a Comment