Islam Nusantara yang memiliki sifat akomodatif, menerima perbedaan,
memilih jalan dialog, moderat, diharapkan mampu menjadi jembatan bagi
dunia Islam khususnya untuk bertemu merumuskan konsep hidup bersama.
Pandangam Islam damai dan toleran yang dipraktikkan di Indonesia harus
dikenalkan secara luas.
Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melalui
rekaman video yang diputar dalam acara pembukaan konfernsi Islm
Nusantara yang diselenggarakan PCI NU Belanda di Vrije Universiteit
Amsterdam, Senin (27/3) siang waktu setempat, sebagaimana dilaporkan
Hamzah Sahal dari NU Online di Amsterdam.
Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi inisiasi Pengurus Cabang
Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda untuk mengenalkan Islam
Nusantara di kancah Internasional. Dalam kesempatan tersebut dia juga
meminta maaf karena tidak dapat hadir dalam acara karena ada keperluan
di tanah air. Karena meniai acara seminar ini sangat penting maka
dirinya merasa perlu mendukung acara, walau hanya melaui video.
Di bagian lain, menteru agama berpesan bahwa komunikasi, kampanye,
dakwah, syiar Islam Nusantara harus disampaikan dengan simpatik, tidak
jumawa, dan harus mengajak banyak kalangan untuk bekerjasama.
Meskipun hanya melalui video, 250 peserta seminar termasuk lima
duta besar RI dari lima negara menyimak dengan khidmat sambutan Menteri
Agama Lukman Hakim Saifuddin. Kelima dubes tersebut antara lain dubes RI
untuk Belanda, Lebanon, Arab Saudi, Aljazair, dan Azerbaijan. (Red: Mahbib)



No comments:
Post a Comment