Mekah, berasal dari kata Bakkah, artinya air mata. Setiap orang yang
masuk Masjidil Haram yang berada di Kota Mekah, saat melihat Ka’bah
yang di sekitarnya dipenuhi orang thawaf, maka air matanya tidak
terbendung. Langung “tumpah”.
Mengapa? Ada getaran spiritual yang sangat kuat dan khusus. Muncul rasa haru, bangga, syukur dan rasa terhormat.
Sebab, dalam kondisi babagaimana pun, baik jiwa bersih mapun kotor semuanya mendapat undangan dari Allah, Sang Pencipta alam raya untuk datang ke Baitullah guna melaksanakan perintah-Nya.
Bagi semua tamu Allah, diam-diam muncul pengakuan mendalam bahwa dirinya tidak luput dari alpa, khilaf, dan dosa.
Masjidil Haram menjadi “saksi” atas pengakuan polos dan jujur dari para hamba. Masjidil Haram merupakan tempat suci yang sehingga “tidak layak” orang yang jiwanya kotor masuk ke dalamnya.
Tetapi karena “undangan” Sang Kekasih maka orang yang bergelimang dosa sekalipun diberi kesempatan untuk duduk bersimpuh di masjid nan suci itu.
Oleh: Abd. Kholiq
Sumber: sakinahpenyejukjiwa.com
Mengapa? Ada getaran spiritual yang sangat kuat dan khusus. Muncul rasa haru, bangga, syukur dan rasa terhormat.
Sebab, dalam kondisi babagaimana pun, baik jiwa bersih mapun kotor semuanya mendapat undangan dari Allah, Sang Pencipta alam raya untuk datang ke Baitullah guna melaksanakan perintah-Nya.
Bagi semua tamu Allah, diam-diam muncul pengakuan mendalam bahwa dirinya tidak luput dari alpa, khilaf, dan dosa.
Masjidil Haram menjadi “saksi” atas pengakuan polos dan jujur dari para hamba. Masjidil Haram merupakan tempat suci yang sehingga “tidak layak” orang yang jiwanya kotor masuk ke dalamnya.
Tetapi karena “undangan” Sang Kekasih maka orang yang bergelimang dosa sekalipun diberi kesempatan untuk duduk bersimpuh di masjid nan suci itu.
Oleh: Abd. Kholiq
Sumber: sakinahpenyejukjiwa.com



No comments:
Post a Comment