Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan, sekarang ini banyak berita-berita bohong (hoax) yang menggelisahkan masyarakat dan memecah belah kesatuan bangsa. Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat agar mengedepankan tabayyun, akal sehat, check and recheck, dan jangan percaya terhadap berbagai fitnah yang beredar di media sosial.
“Saya
meyakini semangat NU. NU harus selalu terdepan menjaga NKRI, siap?”
teriak Ridwan Kamil dalam sambutannya dijawab siap secara serentak oleh
hadirin pada acara Pengajian yang digelar oleh LDNU Jawa Barat di Masjid
Raya Alun-alun kota Bandung, Senin (13/3) kemarin bersama Gus Mus.
Wali Kota yang akrab disapa Kang Emil itu mengajak untuk menjaga ukhuwah islamiyyah (persaudaraan keislaman), ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah insaniyyah (persaudaraan kemanusiaan).
“Saat
saudara-saudara kita tak bisa bersaudara dalam keimanan, mereka masih
bersaudara dengan kita dalam kebangsaan, setuju? Pada saat mereka tidak
sama dalam keimanan dan kebangsaan, mereka masih bisa bersaudara dengan
kita dalam kemanusiaan. Orang NU-lah orang yang selalu membela
kemanusiaan,” terang Kang Emil.
Lebih lanjut ia juga mengutip ayat, “Fabiayyi aalai robbikuma tukadzdziban,
wahai warga Jawa Barat nikmat apalagi yangmau kau dustakan. Kalau tidak
percaya, lihatlah Timur Tengah sekarang sedang dikoyak-koyak nikmat
kebangsaannya. Tidak ada negara Irak, tidak ada negara Yaman, tidak ada
negara Afganistan,tidak ada negara Syiria.”
Maka
dari itu, Kang Emil mengajak untuk bersyukur bisa hidup di Indonesia
yang damai, karena Allah masih memberikan nikmat berbangsa dan
bernegara, supaya bisa pengajian, mengantar ke pasar, main-main di
taman. Bagi dia hal itu merupakan nikmat yang tidak bisa dimiliki oleh
orang-orang di Yaman, Syiria, Afganistan, karena nikmat berbangsa dan
bernegara sedang dicabut oleh Allah.
“Oleh
karena itu jangan pernah terkoyak-koyak oleh mereka-mereka yang marah,
mengutip ayat demi kebencian, kita lawan mereka.Jadikan NU benteng
terdepan yang membela NKRI dengan berpedoman hubbul wathan minal iman, karena hanya NU-lah yang membela Islam dengan membela perjuangan NKRI,” tegas Ridwan Kamil.
“Saya
nyaman apabila membela bersama wali kota Bandung untuk terus membela
NKRI dan Pancasila dengan Islam rahmatan lil ‘alamin, Islam yang ramah,
bukan Islam yang marah,” sambungnya dihadapan ribuan hadirin yang tidak
hanya dari kota Bandung, tetapi juga dari daerah-daerah sekitar Bandung.
Dalam
kesempatan tersebut Ridwan Kamil juga menceritakan kisah kakeknya
sebagai pendiri pesantren Pagelaran di Subang. Kakeknya menjadi panglima
Hizbullah pada zaman kemerdekaan di Subang yang memimpin santri-santri
melawan Belanda.
Kisah ini jarang ia ceritakan, pada malam itu secara khusus ia menyampaikan bahwa nasabnya mengalir semangat hubbul wathan minal iman dari keluarga Nahdlatul Ulama. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)



No comments:
Post a Comment