Dalam sebuah hadist shahih Rosulullah SAW
melarang untuk meniup makanan. Hal tersebut semata-mata bukan hanya
sebuah larangan semata, namun ternyata secara ilmiah menunjukan bahwa
meniup makanan sebelum menyantapnya terbukti berbahaya.
Seperti yang dilansir dari berbagai laman sains, menunjukan bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3.
Jika diamati, dalam mulut terdapat mikro organisme tak kasat mata yang bersifat mutualisme (baik) dan juga ada yang patologi (buruk). Saat makhluk kecil tak kasat mata dalam mulut akan menempel pada makanan panas apabila kita tiup dan kemudian masuk ke dalam perut, tentu akan membahayakan kesehatan tubuh.
Jika senyawa kimia tersebut masuk kedalam tubuh akan menyebabkan penyakit yang berbahaya pada jantung. ()
Seperti yang dilansir dari berbagai laman sains, menunjukan bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3.
Jika diamati, dalam mulut terdapat mikro organisme tak kasat mata yang bersifat mutualisme (baik) dan juga ada yang patologi (buruk). Saat makhluk kecil tak kasat mata dalam mulut akan menempel pada makanan panas apabila kita tiup dan kemudian masuk ke dalam perut, tentu akan membahayakan kesehatan tubuh.
Jika senyawa kimia tersebut masuk kedalam tubuh akan menyebabkan penyakit yang berbahaya pada jantung. ()



No comments:
Post a Comment