Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Chalwani Nawawi mengatakan,
saat ini banyak sejarah tentang para pejuang yang tidak dijelaskan
dengan lengkap khususnya di sekolah dan madrasah. Hal tersebut
diungkapkannya melihat fakta bahwa banyak para pejuang dan pahlawan
nasional adalah merupakan para santri dan memang harus diketahui oleh
masyarakat.
“Salah satu Pahlawan yang merupakan
seorang santri dan juga penganut thariqah adalah Abdul Hamid yang
terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro,” ujar Kiai Chalwani, Ahad
(10/4) malam di Pringsewu, Lampung
Pangeran
Diponegoro lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta.
Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH Hasan
Besari. Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kiai Taftazani Kertosuro.
Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH Baidlowi Bagelen. Terakhir Abdul Hamid
ngaji ilmu hikmah kepada KH Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.
Bukti
otentik jika Pangeran Diponegoro adalah seorang santri adalah
peninggalan kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu yang di dalamnya
ada 3 peningalan, Al-Qur'an, tasbih, dan Kitab Taqrib.
"Kenapa
Al-Qur’an? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro
sorang ahli dzikir, dan bahkan penganut thariqah. Kenapa Kitab Taqrib
matan Abu Syuja', yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren? Karena
beliau bermadzhab Syafi'i. Jadi Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi'i.
Maka, karena bermadhab Syafi'i, Diponegoro shalat Tarawih 20 rakaat,
shalat Shubuh memakai doa Qunut, Jum'atan adzan dua kali," jelasnya.
Ia
sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan
pendapat. Akan tetapi, ia mengingatkan agar sejarah harus di sampaikan
apa adanya. Jangan ditutup-tutupi jika Pangeran Diponegoro bermadzhab
Syafi'i.
Lanjutnya tokoh pejuang lain yang
merupakan santri dan keluarga besar tarikat diantaranya Ki Hajar
Dewantara, Proklamator Muhammad Hatta dan RA Kartini. "Mulai sekarang,
mari kita terangkan sejarah dengan utuh. Jangan sekali-kali memotong
sejarah. Jika Anda memotong sejarah, suatu saat, sejarah Anda akan
dipotong oleh Allah SWT, " tegasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)
Sumber Nu.or.id



No comments:
Post a Comment