Kala Rasulullah SAW berada di rumahnya, orang - orang kafir Quraisy
berkumpul dan mengepungnya. Namun hanya dengan taburan debu, Rasulullah
Saw dapat lolos tanpa terlihat oleh mereka. Mata mereka dibutakan Allah
SWT.
Kebencian orang - orang kafir Quraisy kepada Rasulullah Saw yang
mendakwahkan Islam teramat tinggi. Puncaknya, mereka hendak membunuh
Rasulullah Saw. Maka mereka pun melakukan rapat untuk mencari strategi
terbaik. Kemudian di sepakati mereka akan mengepung Rasulullah Saw di
rumah beliau pada waktu malam hari.
Maka berangkatlah orang - orang kafir pilihan yang tangguh untuk
melaksanakan misi itu. Pada saat bersamaan, Rasulullah Saw berada di
rumahnya bersama sahabat Abu Bakar Ash Shidiq dan Ali bin Abi Thalib.
Rencananya mereka akan melakukan hijrah ke Madinah.
SEGENGGAM DEBU
Namun sebelum sempat pergi hijrah, rumah Rasulullah Saw telah terkepung.
Salahs eorang kafir Quraisy mengintip dari celah pintu dan memastikan
kepada rekannya jika Rasulullah Saw berada di dalam rumah.
"Wahai Muhammad, keluarlah, kami telah mengepung rumahmu," teriak mereka dari luar rumah.
Mengetahui rumahnya dikepung, Rasulullah Saw menyuruh sahabat Ali untuk
tidur di tempat tidurnya. Sementara beliau dan sahabat Abu Bakar keluar
rumah sambil menggengga debu. Di hadapan orang kafir Quraisy itu,
Rasulullah Saw menaburkan debu itu dengan membaca sebuah ayat di surat
Yasin. Allah berfirman, "Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding
dan di belakang mereka dinding (pula) dan Kami tutup (mata) mereka
hingga mereka tak bisa melihat...." (QS Yasin (36) : 9).
Ajaib, setelah itu mata orang - orang kafir quraisy itu seolah dibutakan
Allah. Mereka tak melihat Rasulullah Saw dan Abu Bakar lewat di depan
mereka. Bahkan sebagian dari mereka juga tertidur pulas.
Seorang laki - laki datang dan melihat orang - orang kafir quraisy sednag mengintai rumah Rasulullah Saw.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini," kata laki - laki itu.
"Kami tengah menunggu Muhammad keluar rumah," jawab seorang dari mereka.
"Kalian telah gagal dan merugi," ungkap laki - laki itu lagi.
Ia telah mengatakan kepada kafir quraisy itu bahwa Rasulullah Saw telah pergi.
"Demi Allah, Muhammad telah lewat di hadapan kalian dan menaburkan debu pasir di atas kepala kalian," terangnya.
"Sungguh kami tak melihat dia lewat," ucap kafir Quraisy itu.
RASUL SELAMAT
Para kafir quraisy itu lantas membersihkan debu dan pasir di kepala
mereka. Mereka yang mengintai di depan pintu rumah Rasulullah Saw itu
adalah Abu Jahal, Hakam bin' Ash, uqbah ibn Abi Mu'ith, Nadhar ibn
Harist, Umayyah ibn Khalaf, Zum'ah ibn Aswad dan beberapa orang kafir
quraisy lainnya.
Mereka tertipu, kafir quraisy pun mengejar Rasulullah Saw lewat bantuan
para pencari jejak. Rasulullah Saw berlari tergopoh bersama Abu Bakar
hingga keduanya tiba di Jabal Tsur. Keduanya masuk bersembunyi dari
kejaran musuh dengan masuk di goa tersebut.
Begitu Rasulullah dan Abu Bakar masuk gua, seekor laba - laba membuat
sarang dan begitu cepat di mulut goa. Ditambah lagi, ada sepasang
merpati yang hinggap di mulut goa itu dan membuat sarang di tempat yang
tidak jauh berbeda. Makhluk - makhluk Allah ini berkorban dengan sekuat
tenaga untuk melindungi Rasulullah Saw dari kejaran musuh. Keadaan di
mulut goa itu memberi kesan bahwa tidak ada orang yang masuk ke dalam
goa tersebut. Sehingga Rasulullah saw dan Abu Bakar selamat lagi dari
kejaran musuh.
(sumber : akuislam)



No comments:
Post a Comment