Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak warga NU untuk
menengok dan mengingat kembali sejarah awal dibentuknya NU sesuai yang
tertera dalam Anggaran Dasar Aggaran Rumah Tangga AD/ART NU.
Menurutnya,
NU satu kesatun dengan bangsa Indonesia, dan tak terpisahkan. “NU
didirikan itu salah satu tujuannya menciptakan tatanan masyarakat
Indonesia yang rahmatan lil alamin demi terwujudnya bangsa Indonesia.
Mari kita lihat AD/RT NU, maka dari itu, NU tidak bisa pisah dari bangsa
Indonesia,” katanya di hadapan ribuan Muslimat NU di alun-alun Masjid
Agung Demak pada Ahad (2 /4) pada puncak Harlah NU ke 91, Harlah
Muslimat NU ke 71 dan Hari Jadi Demak ke 514.
Gus
Yahya begitu dia akrab dipanggil, menegaskan, selaku salah satu elemen
pendiri bangsa Indonesia, NU secara otomatis mempunyai kewajiban
menjaga bangsanya dari orang maupun kelompok pengacau, pengganggu,
merongrong kewibawaan bangsa serta mengganggu keutuhan Negara Kesatua
Republilk Indonesia.
“Setiap pengacau yang
mengganggu Indonesia, maka akan berhadapan dengan NU. Bagi NU, NKRI
harga mati yang tak hisadi tawar lagi,” tegasnya.
Ketua
Muslimat NU Demak Hj Utami Musadad mengatakan,kegiatan tersebut dimuli
dengan bacaan Al-Qur’an bil ghoib (hafalan) sebanyak 500 kali, membaca
Al-Qur’an bi nadhor sbanyak 500 kali, manaqib Syekh Abdul Qodir
Al-Jilani 400 kali, istighotsah, maulidurrasul serta pengajian,
“Alhamdulillah
acara berjalan lancar dan khidmat, khataman Al-Qur’an baik bil ghoib
maupun bi nadhor, manaqib semua khatam,” tutur Hj Utami Sadad.
Puncak
acara harlah, selain dihadiri warga Muslimat, juga dihadiri Bupati
Demak H M Natsir, Waub Joko Sutanto, ketua DPRD H Nurul Muttaqin,
Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri Demak Wakil ketua PW
Muslimat Jateng yang juga anggota FKB DPRD Jateng Hj Ida Nurs Sa’adah,
Katib ‘Aam Jatman KH Zaini Mawardi, pengurus NU dari Cabang sampai
Ranting. (A.Shiddiq Sugirto/Abdullah Alawi)
(sumber : nu.or.id)



No comments:
Post a Comment