Sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil
Siroj memiliki kegiatan yang sangat padat. Acara yang dihadiri pun
bervariasi, mulai dari pelantikan pengurus NU dari tingkat cabang hingga
wilayah, pengajian, seminar, sampai acara pernikahan.
Kegiatan
tersebut tempatnya tidak hanya acara di dalam kota, tetapi juga di luar
kota, tak jarang di desa, bahkan luar negeri. Oleh karena itu, butuh
tubuh yang kuat dan semangat yang tinggi untuk menghadiri acara-acara
tersebut.
Sekretaris pribadi KH Said Aqil Siroj
Muhammad Sofwan menuturkan, Kiai Said memiliki fisik yang luar biasa.
“Tubuh Kiai Said kuat. Mobilitasnya tinggi,” kata Sofwan di gedung PBNU,
Senin (3/4).
Dalam satu hari, cerita Sofwan,
Kiai Said bisa menghadiri acara di beberapa tempat. Bahkan, sehari ia
pernah melakukan lima kali perjalanan pesawat. Saking padat
aktivitasnya, lanjut Sofwan, Kiai Said memiliki tiga kamar, yaitu kamar
di rumah, di mobil, dan di pesawat.
“Penerbangan
paling padet itu lima kali sehari. (Penerbangan) Surabaya ke Batam,
Batam-Medan, Medan-Aceh, Aceh-Pidi, dan Aceh-Jakarta. Ini terjadi saat
kejadian bencana Pidi (Aceh),” jelasnya.
Menurut
Sofwan, Kiai Said tidak menganggap simbol-simbol kearaban sebagai
simbol kesalehan. Namun demikian, ia sangat hormat dan bahkan tidak
segan-segan untuk mencium tangan seorang habib yang notabennya adalah
keturunan Arab.
“Beliau sangat hormat dengan
habaib yang berilmu dan berakhlak seperti Habib Luthfi. Beliau juga
mencium tangan Habib Luthfi dan bahkan duduk di bawah (sementara Habib
Luthfi duduk di kursi),” terangnya.
Sisi lain
yang tidak banyak orang tahu tentang Kiai Said, lanjut Sofwan, adalah ia
memiliki kekuatan hafalan yang sangat tinggi. Ia bisa hafal meski hanya
baru sekali membaca sebuah buku, terutama bidang sejarah.
“Ingatan
beliau sangat luar biasa. Riyadlohnya (latian menghafalnya) ya dari
kebiasaan dzikir (yang dilakukan sehari-hari), ” katanya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)
(sumber : nu.or.id)


No comments:
Post a Comment